Tahapan Cara Persalinan Secara Normal

Tahapan Cara Persalinan Secara Normal

Tahapan cara persalinan terbagi dalam 3 tahap. Menjelang kelahiran yang sudah dekat, tidak ada salahnya bagi ibu untuk memahami tahapan persalinan untuk mempersiapkan diri. Simak 3 tahapan persalinan di bawah ini agar lebih mengerti.

Tahap Pertama Persalinan

Perut juga akan terasa kram seperti gejala awal kehamilan atau gejala menstruasi. Ada juga yang merasakan diare, pusing, kembung, mual, dan nyeri punggung. Sistem pencernaan ibu juga akan mulai melambat sehingga ibu disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna seperti sereal, sup, roti, dan juga perbanyak minum air putih.

Tahapan persalinan selanjutnya yaitu pada awal pembukaan mulut rahim yang membuat kepala janin otomatis terdorong ke arah jalan lahir karena otot rahim yang mengerut dan ukuran rahim mengecil, akan ada lendir berwarna merah muda keluar melalui vagina. Hal ini wajar terjadi menjelang persalinan.

Setelah itu ketuban juga akan pecah yang membuat ibu panik karena terkadang air ketuban keluar melalui vagina seperti semburan sehingga sulit ditahan. Air ketuban merupakan suatu cairan amniotik yang melindungi bayi.

Apabila air ketuban sudah pecah, ibu harus lebih berhati-hati karena risiko infeksi akan meningkat. Ibu bisa segera menghubungi dokter untuk memastikan apakah sudah waktunya ibu melahirkan. Ibu juga akan mengalami kontraksi yang lebih kuat dan juga sering. Kondisi ini alami untuk merangsang ibu mengejan untuk mendorong bayi keluar.

Tahap Kedua Persalinan

Pada tahapan kelahiran pertama yang umumnya terjadi sekitar 7 jam untuk anak pertama, pada tahap kedua hanya berlangsung sekitar 3 ½ jam. Kontraksi yang semakin meningkat membuat leher rahim membuka hingga 10 cm yang artinya bayi sudah siap lahir. Lamanya proses kelahiran berbeda setiap ibu namun umumnya sekitar 1 jam atau lebih.

Cara persalinan apabila bayi sudah siap keluar yaitu ibu akan secara alami mengejan untuk mendorong bayi keluar. Dokter akan membantu dan memberikan arahan kapan harus mengejan dan mengatur nafas hingga bayi lahir. Namun bukan sampai disitu saja, plasenta atau ari-ari harus dikeluarkan dengan bantuan dokter dengan pemberian suntikan atau secara alami.

Tahapan Ketiga Persalinan

Setelah cara persalinan normal ini dilakukan, maka akan dikeluarkan plasenta dan inisiasi dini. Plasenta dapat keluar sekitar 1 jam dengan bantuan alami atau sekitar 5-15 menit apabila menggunakan bantuan suntikan. Ibu akan merasakan kontraksi lagi namun tidak sekuat saat akan melahirkan. Dokter dan suster kemudian akan memeriksa apakah seluruh plasenta sudah keluar kemudian barulah tubuh ibu dibersihkan.

Setelah melahirkan, ibu bisa meminta dokter atau suste untuk meletakkan si kecil di atas tubuh ibu dan coba menyusui anak. Namun rencana ini bisa didiskusikan dengan dokter terlebih dahulu apakah memungkinkan. Hal ini akan meningkatkan ikatan batin ibu dengan si kecil. Inilah 3 tahapan cara persalinan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *