3 Gangguan Pencernaan pada Anak yang Sering Terjadi

3 Gangguan Pencernaan pada Anak yang Sering Terjadi

Sistem pencernaan yang tidak sehat bisa mengakibatkan penyerapan nutrisi dalam tubuh anak berjalan tidak sempurna.  Kondisi tersebut akan berdampak buruk pada proses pertumbuhan anak tentunya. Anda bisa mencegah gangguan ini lewat tanda-tanda yang tidak biasa. Sebaiknya waspadai 3 gangguan pencernaan pada anak yang sering terjadi ini sejak dini.

  1. Konstipasi

Konstipasi atau susah BAB merupakan salah satu gangguan pencernaan yang umum terjadi pada anak-anak. Konstipasi pada anak bisa terjadi  akibat makanan yang ia konsumsi rendah serat, serta tidak mendapat asupan air yang cukup, aktivitas fisik kurang, atau bisa juga karena faktor mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak yang satu ini biasanya ditandai dengan gejala sakit perut, kram pada perut, nyeri saat BAB, dan frekuensi BAB yang tidak teratur. Perubahan feses yang berlebihan menjadi lebih keras  pastinya dapat menyebabkan kesakitan yang hebat pada anak.

Yang terpenting utamakan pemberian sayuran atau buah yang tinggi serat, bila perlu ganti nasi menjadi roti gandum sebagai menu sarapan pagi anak. Biasakan anak untuk rajin minum air putih sebagai upaya mencegah  dehidrasi.

  1. Diare

Kondisi diare yang menyerang anak bisa membuat badan anak menjadi emas akibat kekurangan cairan atau dehidrasi. Bahkan gangguan pencernaan yang satu ini dapat berakibat fatal hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Pada anak, penyebab diare yang paling utama adalah virus rotavirus, yaitu jenis virus yang menginfeksi usus.

Dengan begitu, ibu harus benar-benar  memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuh anak. Salah satu penyebab utama anak-anak bisa terkena penyakit diare ini adalah karena makanan yang mereka konsumsi tidak higienis.

  1. Gerd

Refluks gastroesofageal atau gerd juga dapat terjadi pada anak. Gangguan pencernaan gerd yang terjadi pada bayi, umumnya  disebabkan otot di ujung kerongkongan yang belum cukup kuat. Salah satu gangguan pencernaan ini dapat terjadi pada anak karena terdapat tekanan dari bawah kerongkongan atau otot kerongkongan yang melemah.

Pemicu lain datangnya gangguan pencernaan ini adalah intoleransi makanan, kelainan anatomi lambung, dan stres. Gerd pada anak biasanya ditandai dengan gejala panas bagian dada atas, sakit menelan, sering batuk, serak, sendawa berlebih, tidak jarang anak mengalami mual, dan  asam lambung terasa di tenggorokan.

Anak yang terserang gerd di rumah, ibu dapat menanganinya dengan meninggikan kepala anak saat tidur dengan dua bantal. Jangan biasakan anak langsung tidur setelah makan. Disarankan untuk memberi makan dengan porsi kecil dan sering, batasi minuman bersoda.

Hindarkan anak untuk mengonsumsi makanan berlemak, gorengan, kafein, biasakan anak melakukan kegiatan olahraga secara teratur. Jika gangguan pencernaan tidak kunjung reda segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Nah, itulah beberapa gangguan pencernaan pada anak, waspadai gejala serta penyebab terjadinya gangguan pencernaan tersebut. Jika anak mengalami salah satu gejala gangguan pencernaan berikan penjelasan mengenai kondisi yang terjadi secara sederhana. Berikan penanganan yang tepat serta terapkan pola hidup yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *